Website Resmi
Pemerintah Desa Dukuhrejo
Kabupaten Purworejo

Desa
Dukuhrejo

Login Admin
Statistik Pengunjung
Info Aplikasi
" SUGENG RAWUH DI WEBSITE RESMI DESA DUKUHREJO "

Info

BERITA NASIONAL

Tukang Becak di Kulon Progo Masuk Desil 9, Bingung Urus Biaya Kuliah Anak

JOGJAKARTA - Pengemudi becak motor, Timbul (49), warga Lendah, Kulon Progo, kaget tercatat sebagai desil 9. Dia yang mau mengurus keringanan untuk kuliah anaknya di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pun bingung. 

Dilansir detikJogja, hal ini diketahui Timbul saat mendatangi kantor Kelurahan Lendah dua pekan lalu untuk mengurus surat keterangan tidak mampu (SKTM) sebagai syarat mengajukan keringanan dan beasiswa. Timbul menyebut anak sulungnya, Lucky, diterima di UNY lewat jalur mandiri.

Dia harus membayar uang masuk Rp 15 juta. Oleh karena itu, dia berniat mengajukan keringanan atau beasiswa lewat Program Indonesia Pintar (PIP). "Mau pakai PIP sama mengajukan beasiswa, saya cari SKTM datang ke balai desa, tapi ternyata dicek sama Pak Lurah ternyata desilnya 9," ungkap Timbul saat ditemui di kediamannya, Senin (24/8/2026).

Timbul pun kaget karena biasanya tercatat di desail 1-2 ternyata disebut desil 9. Dia mengaku masih mendapat bantuan sembako sekitar awal tahun lalu.

"(Sebelumnya) Belum tahu (desilnya naik), dulunya desil 1, paling tinggi 2, kayanya lho, soalnya saya ndak pernah lihat, tapi saya dapat bantuan terus, bansos. Berarti kan desil saya kalau nggak 1 ya 2," ujarnya.

"Terakhir dapat bansos PKH itu sekitar 4 atau 6 bulan yang lalu. Itu nilainya sembako, terus orang tidak mampu terus anak sekolah itu sekitar Rp 1,1 juta," sambung Timbul.

Selama ini, Timbul mangkal sebagai pengemudi bentor di Malioboro dengan penghasilan yang tak pasti sekitar Rp 100 ribu per hari. Dia juga sesekali menjual ayam peliharaannya.

Dia pun tinggal di rumah bersama dua anaknya usai berpisah dengan istrinya. Mereka tinggal di rumah berdinding permanen dan lantai keramik. Namun, rumah ini disebutnya merupakan warisan orang tuanya.

"Rumah milik keluarga, belum dipecah, atas nama bapak saya. Bapak simbok sudah meninggal. Niki diporo (dibagi) 7 (bersaudara)," ujar Timbul.

Timbul pun berharap bisa mendapatkan SKTM untuk mengurus keringanan kuliah anaknya. Dia juga sudah berupaya menanyakan kenaikan desil itu ke petugas di kelurahan.

"Ini datangi (petugas sensus) setelah tahu kalau desilnya naik malah. Belum lama itu, paling belum ada seminggu. Saya tanya (perihal desil), (jawabannya) 'kami tidak ada hubungannya dengan bansos pak'," imbuh Timbul.

Terkait hal itu, Plt Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyuningsih mengatakan pihaknya sudah melakukan verifikasi. Dia menyebut perubahan desil masih mungkin dilakukan.

"Yang bersangkutan bekerja sebagai pengemudi bentor dan memiliki usaha kecil berupa ternak ayam. Rumah yang ditempati merupakan rumah milik sendiri. Perubahan desil masih dimungkinkan apabila berdasarkan hasil verifikasi ditemukan kondisi yang tidak sesuai dengan data sebelumnya," kata Endang saat jumpa pers di BPS DIY, Selasa (24/8).


https://www.detik.com/jogja/berita/d-8633540/tercatat-di-desil-9-bikin-timbul-pak-becak-bingung-urus-keringanan-kuliah-anak?pk_vid=451e4d044203fdcf17877268586c9816

Beri Komentar

Komentar Facebook

layananmandiri

Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN

Statistik Penduduk

Total Populasi Desa Dukuhrejo

910 910

901 1811

1811

1811 1811

TOTAL : 1811 ORANG

910

LAKI-LAKI

901

PEREMPUAN

Lokasi Kantor Desa

Alamat:Jl. Parto Sudiro RT 02 RW 02 Desa Dukuhrejo Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo
Desa : Dukuhrejo
Kecamatan : Bayan
Kabupaten : Purworejo
Kodepos : 54224

Peta Wilayah Desa

Transparansi Anggaran

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan

Anggaran:Rp 1.309.615.751,00
Realisasi:RP 1.256.766.409,00

95.96%

Belanja

Anggaran:Rp 1.183.606.540,00
Realisasi:RP 1.111.626.971,00

93.92%

Pembiayaan

Anggaran:Rp 186.579.789,00
Realisasi:RP 186.579.789,00

100%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa

Anggaran:Rp 1.685.093,00
Realisasi:RP 1.685.093,00

100%

Hasil Aset Desa

Anggaran:Rp 113.275.736,00
Realisasi:RP 102.265.895,00

90.28%

Dana Desa

Anggaran:Rp 765.705.000,00
Realisasi:RP 765.705.000,00

100%

Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi

Anggaran:Rp 56.037.550,00
Realisasi:RP 37.060.550,00

66.14%

Alokasi Dana Desa

Anggaran:Rp 326.292.400,00
Realisasi:RP 313.188.400,00

95.98%

Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota

Anggaran:Rp 45.421.272,00
Realisasi:RP 35.162.552,00

77.41%

Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Dengan Pihak Ketiga

Anggaran:Rp 838.700,00
Realisasi:RP 838.700,00

100%

Bunga Bank

Anggaran:Rp 360.000,00
Realisasi:RP 860.219,00

238.95%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa

Anggaran:Rp 559.256.090,00
Realisasi:RP 503.651.821,00

90.06%

Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa

Anggaran:Rp 240.564.800,00
Realisasi:RP 229.852.700,00

95.55%

Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa

Anggaran:Rp 313.872.450,00
Realisasi:RP 313.072.450,00

99.75%

Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa

Anggaran:Rp 15.913.200,00
Realisasi:RP 11.050.000,00

69.44%

Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa

Anggaran:Rp 54.000.000,00
Realisasi:RP 54.000.000,00

100%

Website Resmi
Pemerintah Desa Dukuhrejo
Kabupaten Purworejo

Desa
Dukuhrejo

Login Admin
Statistik Pengunjung
Info Aplikasi

BERITA NASIONAL

Tukang Becak di Kulon Progo Masuk Desil 9, Bingung Urus Biaya Kuliah Anak

JOGJAKARTA - Pengemudi becak motor, Timbul (49), warga Lendah, Kulon Progo, kaget tercatat sebagai desil 9. Dia yang mau mengurus keringanan untuk kuliah anaknya di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pun bingung. 

Dilansir detikJogja, hal ini diketahui Timbul saat mendatangi kantor Kelurahan Lendah dua pekan lalu untuk mengurus surat keterangan tidak mampu (SKTM) sebagai syarat mengajukan keringanan dan beasiswa. Timbul menyebut anak sulungnya, Lucky, diterima di UNY lewat jalur mandiri.

Dia harus membayar uang masuk Rp 15 juta. Oleh karena itu, dia berniat mengajukan keringanan atau beasiswa lewat Program Indonesia Pintar (PIP). "Mau pakai PIP sama mengajukan beasiswa, saya cari SKTM datang ke balai desa, tapi ternyata dicek sama Pak Lurah ternyata desilnya 9," ungkap Timbul saat ditemui di kediamannya, Senin (24/8/2026).

Timbul pun kaget karena biasanya tercatat di desail 1-2 ternyata disebut desil 9. Dia mengaku masih mendapat bantuan sembako sekitar awal tahun lalu.

"(Sebelumnya) Belum tahu (desilnya naik), dulunya desil 1, paling tinggi 2, kayanya lho, soalnya saya ndak pernah lihat, tapi saya dapat bantuan terus, bansos. Berarti kan desil saya kalau nggak 1 ya 2," ujarnya.

"Terakhir dapat bansos PKH itu sekitar 4 atau 6 bulan yang lalu. Itu nilainya sembako, terus orang tidak mampu terus anak sekolah itu sekitar Rp 1,1 juta," sambung Timbul.

Selama ini, Timbul mangkal sebagai pengemudi bentor di Malioboro dengan penghasilan yang tak pasti sekitar Rp 100 ribu per hari. Dia juga sesekali menjual ayam peliharaannya.

Dia pun tinggal di rumah bersama dua anaknya usai berpisah dengan istrinya. Mereka tinggal di rumah berdinding permanen dan lantai keramik. Namun, rumah ini disebutnya merupakan warisan orang tuanya.

"Rumah milik keluarga, belum dipecah, atas nama bapak saya. Bapak simbok sudah meninggal. Niki diporo (dibagi) 7 (bersaudara)," ujar Timbul.

Timbul pun berharap bisa mendapatkan SKTM untuk mengurus keringanan kuliah anaknya. Dia juga sudah berupaya menanyakan kenaikan desil itu ke petugas di kelurahan.

"Ini datangi (petugas sensus) setelah tahu kalau desilnya naik malah. Belum lama itu, paling belum ada seminggu. Saya tanya (perihal desil), (jawabannya) 'kami tidak ada hubungannya dengan bansos pak'," imbuh Timbul.

Terkait hal itu, Plt Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyuningsih mengatakan pihaknya sudah melakukan verifikasi. Dia menyebut perubahan desil masih mungkin dilakukan.

"Yang bersangkutan bekerja sebagai pengemudi bentor dan memiliki usaha kecil berupa ternak ayam. Rumah yang ditempati merupakan rumah milik sendiri. Perubahan desil masih dimungkinkan apabila berdasarkan hasil verifikasi ditemukan kondisi yang tidak sesuai dengan data sebelumnya," kata Endang saat jumpa pers di BPS DIY, Selasa (24/8).


https://www.detik.com/jogja/berita/d-8633540/tercatat-di-desil-9-bikin-timbul-pak-becak-bingung-urus-keringanan-kuliah-anak?pk_vid=451e4d044203fdcf17877268586c9816

Beri Komentar

Komentar Facebook