Website Resmi
Pemerintah Desa Dukuhrejo
Kabupaten Purworejo

Desa
Dukuhrejo

Login Admin
Statistik Pengunjung
Info Aplikasi
" SUGENG RAWUH DI WEBSITE RESMI DESA DUKUHREJO "

Info

BERITA DAERAH

Memahami New Saudi Narrative: Cermin untuk Membaca Masa Depan Indonesia

New Saudi Narrative dan Pelajaran Transformasi bagi Indonesia

DUKUHREJO.id -- Di tengah laju perubahan global yang semakin dinamis, Arab Saudi menjadi salah satu negara yang menarik perhatian dunia. Negara yang selama puluhan tahun dikenal sebagai penghasil minyak terbesar kini tengah berupaya membentuk identitas baru melalui transformasi di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, sosial, hingga teknologi.

Transformasi tersebut dikenal dengan istilah New Saudi Narrative, sebuah narasi baru yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencerminkan bagaimana sebuah negara mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Fenomena ini menjadi relevan untuk dicermati karena menawarkan berbagai pelajaran penting bagi Indonesia. Sebagai negara yang juga dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia menghadapi tantangan serupa, yakni bagaimana membangun kemajuan yang tidak semata-mata bergantung pada sumber daya yang tersedia saat ini.

Saat kembali mengunjungi Arab Saudi sekitar setahun lalu, Azis Subekti merasakan atmosfer yang berbeda dibandingkan kunjungan-kunjungan sebelumnya. Di kota-kota utama seperti Riyadh dan Jeddah, terlihat semangat optimisme baru yang menunjukkan keseriusan Saudi dalam mengurangi ketergantungan jangka panjang terhadap industri minyak.

Selama beberapa dekade, minyak menjadi fondasi utama perekonomian Arab Saudi. Sejak pertama kali ditemukan di Dammam pada tahun 1938, komoditas tersebut telah menjadi sumber pendapatan terbesar negara sekaligus penopang kesejahteraan masyarakat. Namun, para pemimpin Saudi menyadari bahwa bergantung pada satu sektor ekonomi bukanlah strategi yang dapat dipertahankan selamanya.

Perubahan tren konsumsi energi global, kemajuan teknologi, perkembangan kecerdasan buatan, serta pergeseran menuju energi bersih menjadi indikator bahwa dominasi minyak pada akhirnya akan menghadapi tantangan. Kesadaran inilah yang kemudian melahirkan Vision Saudi 2030, sebuah agenda transformasi nasional yang bertujuan memperluas basis ekonomi dan menciptakan sumber pertumbuhan baru.

Selama ini, banyak orang mengenal perubahan Saudi melalui proyek-proyek besar seperti NEOM, kawasan wisata Laut Merah, penyelenggaraan Formula 1, hingga investasi masif di sektor olahraga dan teknologi. Namun, menurut Azis, esensi perubahan tersebut tidak terletak pada kemegahan bangunan atau infrastruktur semata.

"Yang sedang dibangun Saudi bukan sekadar kota baru, melainkan kepercayaan terhadap masa depan," tulisnya.

NEOM, misalnya, bukan hanya proyek bernilai ratusan miliar dolar. Kawasan futuristik tersebut menjadi representasi ambisi Saudi untuk dikenal bukan hanya karena kekayaan minyak yang dimiliki, tetapi juga karena kemampuan berinovasi, kreativitas, dan kualitas sumber daya manusianya. Dengan demikian, Saudi berupaya mentransformasi citranya dari negara yang bergantung pada minyak menjadi pusat investasi, teknologi, dan ekonomi masa depan.

Narasi sebagai Modal Pembangunan

Salah satu pelajaran penting dari transformasi Arab Saudi adalah pemahaman bahwa modal pembangunan pada abad ke-21 tidak lagi hanya berupa kekayaan finansial. Kepercayaan publik, reputasi internasional, dan narasi yang dibangun sebuah negara kini menjadi aset strategis yang memiliki nilai sama pentingnya.

Investor global tidak hanya mempertimbangkan potensi keuntungan ekonomi, tetapi juga mencari kepastian mengenai arah pembangunan suatu negara. Talenta-talenta terbaik dunia pun cenderung tertarik ke negara yang memiliki visi masa depan yang jelas. Hal yang sama berlaku bagi wisatawan maupun pelaku usaha yang lebih memilih negara dengan citra positif dan prospek jangka panjang yang menjanjikan.

Karena itu, Arab Saudi saat ini tidak hanya membangun infrastruktur seperti jalan raya, pelabuhan, dan kawasan industri, tetapi juga membangun cerita baru mengenai dirinya di mata dunia.

Transformasi Saudi juga berlangsung di tengah perubahan geopolitik global yang semakin kompleks. Menguatnya posisi Tiongkok sebagai kekuatan ekonomi dan teknologi, berkembangnya kelompok BRICS, kompetisi di bidang kecerdasan buatan, serta dinamika hubungan internasional telah membentuk tatanan dunia yang semakin multipolar.

Dalam konteks tersebut, Saudi memilih pendekatan strategis dengan tetap menjaga hubungan erat bersama Amerika Serikat sekaligus memperluas kerja sama dengan Tiongkok dan berbagai kekuatan baru lainnya. Langkah ini menunjukkan bahwa Saudi tidak ingin bergantung pada satu poros kekuatan tertentu, melainkan berupaya menjadi mitra yang relevan bagi semua pihak.

Menurut Azis, pendekatan tersebut memberikan pelajaran penting bagi Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif.

"Tantangan saat ini bukan hanya bersikap netral, tetapi bagaimana membuat semua pihak merasa penting untuk bekerja sama dengan Indonesia," ujarnya.

Indonesia memiliki banyak keunggulan strategis yang kerap menjadi kebanggaan nasional, mulai dari cadangan nikel terbesar di dunia, kekayaan maritim, hutan tropis, bonus demografi, hingga posisi geografis yang sangat strategis. Namun, pengalaman banyak negara menunjukkan bahwa kekayaan sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan pembangunan.

Tidak sedikit negara yang kaya sumber daya justru mengalami stagnasi karena terlalu bergantung pada komoditas. Sebaliknya, sejumlah negara dengan sumber daya terbatas mampu berkembang pesat berkat investasi pada inovasi, pendidikan, teknologi, dan produktivitas manusia.

Oleh karena itu, berbagai program nasional seperti hilirisasi industri, transisi energi, penguatan ketahanan pangan, pembangunan sumber daya manusia, serta pengembangan teknologi nasional perlu dipahami sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun masa depan Indonesia.

Pertanyaan mendasar yang perlu dijawab adalah bagaimana dunia akan melihat Indonesia beberapa dekade mendatang. Apakah Indonesia hanya akan dikenal sebagai pemasok bahan baku dan komoditas mentah, atau mampu berkembang menjadi pusat manufaktur, teknologi, ekonomi digital, dan energi yang memiliki pengaruh di tingkat global?

Dalam pandangan Azis, hubungan Indonesia dan Arab Saudi saat ini telah berkembang melampaui kerja sama keagamaan melalui penyelenggaraan haji dan umrah. Kedua negara memiliki peluang besar untuk memperluas kolaborasi di berbagai sektor strategis, seperti energi, petrokimia, pangan, logistik, kecerdasan buatan, ekonomi digital, hingga investasi jangka panjang.

Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah menjadi salah satu simbol penguatan hubungan bilateral tersebut. Namun, di balik simbol itu tersimpan peluang kerja sama yang jauh lebih luas untuk mendukung pembangunan kedua negara.

Arab Saudi membutuhkan mitra yang memiliki stabilitas politik, pasar domestik yang besar, populasi muda, dan posisi geografis yang strategis. Di sisi lain, Indonesia membutuhkan investasi berkualitas, transfer teknologi, serta akses yang lebih luas terhadap jaringan ekonomi global.

Pada akhirnya, New Saudi Narrative menghadirkan refleksi penting bagi Indonesia mengenai arti kesiapan menghadapi masa depan. Menurut Azis, masa depan sebuah bangsa tidak ditentukan oleh besarnya sumber daya yang dimiliki saat ini, melainkan oleh kemampuan membaca arah perubahan zaman dan keberanian mengambil langkah sebelum perubahan tersebut terjadi.

Saat ini Arab Saudi sedang mempersiapkan diri menghadapi era pasca-minyak. Indonesia pun menghadapi tantangan yang serupa dalam berbagai sektor strategis yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian nasional. Pertanyaan besarnya adalah apakah Indonesia akan menunggu perubahan datang dan kemudian bereaksi, atau justru memilih melakukan transformasi sejak dini.

Sejarah telah berulang kali menunjukkan bahwa sebuah bangsa tidak mengalami kemunduran karena kehilangan sumber daya. Sebaliknya, kemunduran terjadi ketika bangsa tersebut kehilangan kemampuan untuk membayangkan masa depannya. Dalam dunia yang terus berubah, kemampuan merancang, mempersiapkan, dan mewujudkan masa depan itulah yang mungkin menjadi aset paling berharga bagi sebuah negara.

 

Oleh: Azis Subekti (Mahasiswa Program Doktor Universitas Al Azhar Indonesia dan Anggota DPR RI Fraksi Gerindra)

Beri Komentar

Komentar Facebook

layananmandiri

Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN

Statistik Penduduk

Total Populasi Desa Dukuhrejo

910 910

901 1811

1811

1811 1811

TOTAL : 1811 ORANG

910

LAKI-LAKI

901

PEREMPUAN

Lokasi Kantor Desa

Alamat:Jl. Parto Sudiro RT 02 RW 02 Desa Dukuhrejo Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo
Desa : Dukuhrejo
Kecamatan : Bayan
Kabupaten : Purworejo
Kodepos : 54224

Peta Wilayah Desa

Transparansi Anggaran

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan

Anggaran:Rp 1.309.615.751,00
Realisasi:RP 1.256.766.409,00

95.96%

Belanja

Anggaran:Rp 1.183.606.540,00
Realisasi:RP 1.111.626.971,00

93.92%

Pembiayaan

Anggaran:Rp 186.579.789,00
Realisasi:RP 186.579.789,00

100%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa

Anggaran:Rp 1.685.093,00
Realisasi:RP 1.685.093,00

100%

Hasil Aset Desa

Anggaran:Rp 113.275.736,00
Realisasi:RP 102.265.895,00

90.28%

Dana Desa

Anggaran:Rp 765.705.000,00
Realisasi:RP 765.705.000,00

100%

Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi

Anggaran:Rp 56.037.550,00
Realisasi:RP 37.060.550,00

66.14%

Alokasi Dana Desa

Anggaran:Rp 326.292.400,00
Realisasi:RP 313.188.400,00

95.98%

Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota

Anggaran:Rp 45.421.272,00
Realisasi:RP 35.162.552,00

77.41%

Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Dengan Pihak Ketiga

Anggaran:Rp 838.700,00
Realisasi:RP 838.700,00

100%

Bunga Bank

Anggaran:Rp 360.000,00
Realisasi:RP 860.219,00

238.95%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa

Anggaran:Rp 559.256.090,00
Realisasi:RP 503.651.821,00

90.06%

Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa

Anggaran:Rp 240.564.800,00
Realisasi:RP 229.852.700,00

95.55%

Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa

Anggaran:Rp 313.872.450,00
Realisasi:RP 313.072.450,00

99.75%

Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa

Anggaran:Rp 15.913.200,00
Realisasi:RP 11.050.000,00

69.44%

Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa

Anggaran:Rp 54.000.000,00
Realisasi:RP 54.000.000,00

100%

Website Resmi
Pemerintah Desa Dukuhrejo
Kabupaten Purworejo

Desa
Dukuhrejo

Login Admin
Statistik Pengunjung
Info Aplikasi

BERITA DAERAH

Memahami New Saudi Narrative: Cermin untuk Membaca Masa Depan Indonesia

New Saudi Narrative dan Pelajaran Transformasi bagi Indonesia

DUKUHREJO.id -- Di tengah laju perubahan global yang semakin dinamis, Arab Saudi menjadi salah satu negara yang menarik perhatian dunia. Negara yang selama puluhan tahun dikenal sebagai penghasil minyak terbesar kini tengah berupaya membentuk identitas baru melalui transformasi di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, sosial, hingga teknologi.

Transformasi tersebut dikenal dengan istilah New Saudi Narrative, sebuah narasi baru yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencerminkan bagaimana sebuah negara mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Fenomena ini menjadi relevan untuk dicermati karena menawarkan berbagai pelajaran penting bagi Indonesia. Sebagai negara yang juga dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia menghadapi tantangan serupa, yakni bagaimana membangun kemajuan yang tidak semata-mata bergantung pada sumber daya yang tersedia saat ini.

Saat kembali mengunjungi Arab Saudi sekitar setahun lalu, Azis Subekti merasakan atmosfer yang berbeda dibandingkan kunjungan-kunjungan sebelumnya. Di kota-kota utama seperti Riyadh dan Jeddah, terlihat semangat optimisme baru yang menunjukkan keseriusan Saudi dalam mengurangi ketergantungan jangka panjang terhadap industri minyak.

Selama beberapa dekade, minyak menjadi fondasi utama perekonomian Arab Saudi. Sejak pertama kali ditemukan di Dammam pada tahun 1938, komoditas tersebut telah menjadi sumber pendapatan terbesar negara sekaligus penopang kesejahteraan masyarakat. Namun, para pemimpin Saudi menyadari bahwa bergantung pada satu sektor ekonomi bukanlah strategi yang dapat dipertahankan selamanya.

Perubahan tren konsumsi energi global, kemajuan teknologi, perkembangan kecerdasan buatan, serta pergeseran menuju energi bersih menjadi indikator bahwa dominasi minyak pada akhirnya akan menghadapi tantangan. Kesadaran inilah yang kemudian melahirkan Vision Saudi 2030, sebuah agenda transformasi nasional yang bertujuan memperluas basis ekonomi dan menciptakan sumber pertumbuhan baru.

Selama ini, banyak orang mengenal perubahan Saudi melalui proyek-proyek besar seperti NEOM, kawasan wisata Laut Merah, penyelenggaraan Formula 1, hingga investasi masif di sektor olahraga dan teknologi. Namun, menurut Azis, esensi perubahan tersebut tidak terletak pada kemegahan bangunan atau infrastruktur semata.

"Yang sedang dibangun Saudi bukan sekadar kota baru, melainkan kepercayaan terhadap masa depan," tulisnya.

NEOM, misalnya, bukan hanya proyek bernilai ratusan miliar dolar. Kawasan futuristik tersebut menjadi representasi ambisi Saudi untuk dikenal bukan hanya karena kekayaan minyak yang dimiliki, tetapi juga karena kemampuan berinovasi, kreativitas, dan kualitas sumber daya manusianya. Dengan demikian, Saudi berupaya mentransformasi citranya dari negara yang bergantung pada minyak menjadi pusat investasi, teknologi, dan ekonomi masa depan.

Narasi sebagai Modal Pembangunan

Salah satu pelajaran penting dari transformasi Arab Saudi adalah pemahaman bahwa modal pembangunan pada abad ke-21 tidak lagi hanya berupa kekayaan finansial. Kepercayaan publik, reputasi internasional, dan narasi yang dibangun sebuah negara kini menjadi aset strategis yang memiliki nilai sama pentingnya.

Investor global tidak hanya mempertimbangkan potensi keuntungan ekonomi, tetapi juga mencari kepastian mengenai arah pembangunan suatu negara. Talenta-talenta terbaik dunia pun cenderung tertarik ke negara yang memiliki visi masa depan yang jelas. Hal yang sama berlaku bagi wisatawan maupun pelaku usaha yang lebih memilih negara dengan citra positif dan prospek jangka panjang yang menjanjikan.

Karena itu, Arab Saudi saat ini tidak hanya membangun infrastruktur seperti jalan raya, pelabuhan, dan kawasan industri, tetapi juga membangun cerita baru mengenai dirinya di mata dunia.

Transformasi Saudi juga berlangsung di tengah perubahan geopolitik global yang semakin kompleks. Menguatnya posisi Tiongkok sebagai kekuatan ekonomi dan teknologi, berkembangnya kelompok BRICS, kompetisi di bidang kecerdasan buatan, serta dinamika hubungan internasional telah membentuk tatanan dunia yang semakin multipolar.

Dalam konteks tersebut, Saudi memilih pendekatan strategis dengan tetap menjaga hubungan erat bersama Amerika Serikat sekaligus memperluas kerja sama dengan Tiongkok dan berbagai kekuatan baru lainnya. Langkah ini menunjukkan bahwa Saudi tidak ingin bergantung pada satu poros kekuatan tertentu, melainkan berupaya menjadi mitra yang relevan bagi semua pihak.

Menurut Azis, pendekatan tersebut memberikan pelajaran penting bagi Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif.

"Tantangan saat ini bukan hanya bersikap netral, tetapi bagaimana membuat semua pihak merasa penting untuk bekerja sama dengan Indonesia," ujarnya.

Indonesia memiliki banyak keunggulan strategis yang kerap menjadi kebanggaan nasional, mulai dari cadangan nikel terbesar di dunia, kekayaan maritim, hutan tropis, bonus demografi, hingga posisi geografis yang sangat strategis. Namun, pengalaman banyak negara menunjukkan bahwa kekayaan sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan pembangunan.

Tidak sedikit negara yang kaya sumber daya justru mengalami stagnasi karena terlalu bergantung pada komoditas. Sebaliknya, sejumlah negara dengan sumber daya terbatas mampu berkembang pesat berkat investasi pada inovasi, pendidikan, teknologi, dan produktivitas manusia.

Oleh karena itu, berbagai program nasional seperti hilirisasi industri, transisi energi, penguatan ketahanan pangan, pembangunan sumber daya manusia, serta pengembangan teknologi nasional perlu dipahami sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun masa depan Indonesia.

Pertanyaan mendasar yang perlu dijawab adalah bagaimana dunia akan melihat Indonesia beberapa dekade mendatang. Apakah Indonesia hanya akan dikenal sebagai pemasok bahan baku dan komoditas mentah, atau mampu berkembang menjadi pusat manufaktur, teknologi, ekonomi digital, dan energi yang memiliki pengaruh di tingkat global?

Dalam pandangan Azis, hubungan Indonesia dan Arab Saudi saat ini telah berkembang melampaui kerja sama keagamaan melalui penyelenggaraan haji dan umrah. Kedua negara memiliki peluang besar untuk memperluas kolaborasi di berbagai sektor strategis, seperti energi, petrokimia, pangan, logistik, kecerdasan buatan, ekonomi digital, hingga investasi jangka panjang.

Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah menjadi salah satu simbol penguatan hubungan bilateral tersebut. Namun, di balik simbol itu tersimpan peluang kerja sama yang jauh lebih luas untuk mendukung pembangunan kedua negara.

Arab Saudi membutuhkan mitra yang memiliki stabilitas politik, pasar domestik yang besar, populasi muda, dan posisi geografis yang strategis. Di sisi lain, Indonesia membutuhkan investasi berkualitas, transfer teknologi, serta akses yang lebih luas terhadap jaringan ekonomi global.

Pada akhirnya, New Saudi Narrative menghadirkan refleksi penting bagi Indonesia mengenai arti kesiapan menghadapi masa depan. Menurut Azis, masa depan sebuah bangsa tidak ditentukan oleh besarnya sumber daya yang dimiliki saat ini, melainkan oleh kemampuan membaca arah perubahan zaman dan keberanian mengambil langkah sebelum perubahan tersebut terjadi.

Saat ini Arab Saudi sedang mempersiapkan diri menghadapi era pasca-minyak. Indonesia pun menghadapi tantangan yang serupa dalam berbagai sektor strategis yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian nasional. Pertanyaan besarnya adalah apakah Indonesia akan menunggu perubahan datang dan kemudian bereaksi, atau justru memilih melakukan transformasi sejak dini.

Sejarah telah berulang kali menunjukkan bahwa sebuah bangsa tidak mengalami kemunduran karena kehilangan sumber daya. Sebaliknya, kemunduran terjadi ketika bangsa tersebut kehilangan kemampuan untuk membayangkan masa depannya. Dalam dunia yang terus berubah, kemampuan merancang, mempersiapkan, dan mewujudkan masa depan itulah yang mungkin menjadi aset paling berharga bagi sebuah negara.

 

Oleh: Azis Subekti (Mahasiswa Program Doktor Universitas Al Azhar Indonesia dan Anggota DPR RI Fraksi Gerindra)

Beri Komentar

Komentar Facebook