Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
| Hari ini | : | 487 |
| Kemarin | : | 68 |
| Total | : | 38.522 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.217.88 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
Info
PURWOREJO – Komandan Kodim (Dandim) 0708/Purworejo, Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja, menegaskan bahwa pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai bagian dari program strategis nasional dilakukan dengan mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi serta koordinasi lintas instansi.
Hal tersebut disampaikan Dandim saat kegiatan silaturahmi bersama awak media yang digelar di Sultan Kopi & Eatery, Kamis (16/4/2026) malam. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa program KDMP telah melalui proses koordinasi yang panjang hingga ke tingkat kementerian, termasuk Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Menurutnya, langkah koordinasi tersebut penting untuk memastikan pemanfaatan lahan, seperti Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku.
“Walaupun TNI berada di bawah Kementerian Pertahanan, kami tetap bersinergi dengan kementerian terkait agar program ini berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dandim menjelaskan bahwa pelaksanaan program KDMP menggunakan mekanisme swakelola tipe 2, bukan melalui sistem proyek atau tender.
Dalam skema ini, pengelolaan kegiatan dilakukan langsung oleh satuan Kodim tanpa melibatkan pihak ketiga atau kontraktor. Apabila terjadi kendala dalam pengadaan, penanganannya dapat diambil alih oleh satuan di atasnya, seperti Korem maupun Kodam.
Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan, Kodim 0708/Purworejo juga melakukan sejumlah inovasi. Di antaranya adalah pengadaan material dalam jumlah besar langsung dari penyedia utama guna menghindari pembelian eceran yang kurang efisien.
Selain itu, tenaga profesional turut dilibatkan sebagai konsultan pendamping untuk memastikan kualitas material dan spesifikasi bangunan sesuai standar yang ditetapkan.
Program KDMP juga mengedepankan prinsip padat karya dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja. Upaya ini diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa sekaligus memberikan manfaat langsung bagi warga.
Meski dihadapkan pada berbagai dinamika di lapangan, mulai dari perubahan kebijakan hingga tantangan teknis, Dandim menegaskan bahwa pihaknya tetap fokus pada pencapaian program dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
“Yang terpenting adalah hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya di Kabupaten Purworejo,” tegasnya.
Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN
Total Populasi Desa Dukuhrejo
910 910
901 1811
1811
1811 1811
TOTAL : 1811 ORANG
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
| Alamat | : | Jl. Parto Sudiro RT 02 RW 02 Desa Dukuhrejo Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo |
| Desa | : | Dukuhrejo |
| Kecamatan | : | Bayan |
| Kabupaten | : | Purworejo |
| Kodepos | : | 54224 |
| Anggaran | : | Rp 1.309.615.751,00 |
| Realisasi | : | RP 1.256.766.409,00 |
95.96%
| Anggaran | : | Rp 1.183.606.540,00 |
| Realisasi | : | RP 1.111.626.971,00 |
93.92%
| Anggaran | : | Rp 186.579.789,00 |
| Realisasi | : | RP 186.579.789,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 1.685.093,00 |
| Realisasi | : | RP 1.685.093,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 113.275.736,00 |
| Realisasi | : | RP 102.265.895,00 |
90.28%
| Anggaran | : | Rp 765.705.000,00 |
| Realisasi | : | RP 765.705.000,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 56.037.550,00 |
| Realisasi | : | RP 37.060.550,00 |
66.14%
| Anggaran | : | Rp 326.292.400,00 |
| Realisasi | : | RP 313.188.400,00 |
95.98%
| Anggaran | : | Rp 45.421.272,00 |
| Realisasi | : | RP 35.162.552,00 |
77.41%
| Anggaran | : | Rp 838.700,00 |
| Realisasi | : | RP 838.700,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 360.000,00 |
| Realisasi | : | RP 860.219,00 |
238.95%
| Anggaran | : | Rp 559.256.090,00 |
| Realisasi | : | RP 503.651.821,00 |
90.06%
| Anggaran | : | Rp 240.564.800,00 |
| Realisasi | : | RP 229.852.700,00 |
95.55%
| Anggaran | : | Rp 313.872.450,00 |
| Realisasi | : | RP 313.072.450,00 |
99.75%
| Anggaran | : | Rp 15.913.200,00 |
| Realisasi | : | RP 11.050.000,00 |
69.44%
| Anggaran | : | Rp 54.000.000,00 |
| Realisasi | : | RP 54.000.000,00 |
100%
PURWOREJO – Komandan Kodim (Dandim) 0708/Purworejo, Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja, menegaskan bahwa pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai bagian dari program strategis nasional dilakukan dengan mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi serta koordinasi lintas instansi.
Hal tersebut disampaikan Dandim saat kegiatan silaturahmi bersama awak media yang digelar di Sultan Kopi & Eatery, Kamis (16/4/2026) malam. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa program KDMP telah melalui proses koordinasi yang panjang hingga ke tingkat kementerian, termasuk Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Menurutnya, langkah koordinasi tersebut penting untuk memastikan pemanfaatan lahan, seperti Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku.
“Walaupun TNI berada di bawah Kementerian Pertahanan, kami tetap bersinergi dengan kementerian terkait agar program ini berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dandim menjelaskan bahwa pelaksanaan program KDMP menggunakan mekanisme swakelola tipe 2, bukan melalui sistem proyek atau tender.
Dalam skema ini, pengelolaan kegiatan dilakukan langsung oleh satuan Kodim tanpa melibatkan pihak ketiga atau kontraktor. Apabila terjadi kendala dalam pengadaan, penanganannya dapat diambil alih oleh satuan di atasnya, seperti Korem maupun Kodam.
Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan, Kodim 0708/Purworejo juga melakukan sejumlah inovasi. Di antaranya adalah pengadaan material dalam jumlah besar langsung dari penyedia utama guna menghindari pembelian eceran yang kurang efisien.
Selain itu, tenaga profesional turut dilibatkan sebagai konsultan pendamping untuk memastikan kualitas material dan spesifikasi bangunan sesuai standar yang ditetapkan.
Program KDMP juga mengedepankan prinsip padat karya dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja. Upaya ini diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa sekaligus memberikan manfaat langsung bagi warga.
Meski dihadapkan pada berbagai dinamika di lapangan, mulai dari perubahan kebijakan hingga tantangan teknis, Dandim menegaskan bahwa pihaknya tetap fokus pada pencapaian program dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
“Yang terpenting adalah hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya di Kabupaten Purworejo,” tegasnya.
Titik sudarti
21 Oktober 2026 07:29:23
Keren Semangat bekerja dan selamat berjuang Terus semangat dalam berinovasi mencari terobosan baru...