Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
| Hari ini | : | 225 |
| Kemarin | : | 68 |
| Total | : | 38.260 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.217.88 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
Info
JAKARTA -- Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menegaskan program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) bukan program bagi-bagi bantuan yang manfaatnya habis dalam waktu singkat.
Program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut dirancang sebagai investasi jangka panjang untuk membangun fondasi perekonomian desa.
Farida meminta masyarakat memahami, hasil pembangunan Kopdes Merah Putih tidak bisa langsung dinikmati seluruhnya dalam waktu dekat.
Pasalnya, pemerintah tengah membangun infrastruktur ekonomi yang diharapkan mampu menggerakkan kegiatan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
"Cukup berbeda program Kopdes dengan program yang lainnya. Kenapa? Karena Kopdes ini bukan program bagi-bagi sembako atau program bagi sekali habis untuk belanja," kata Farida dalam laporan khusus KompasTV, Dua Tahun Prabowo-Gibran: Capaian dan Catatan, Selasa (20/10/2026) malam.
"Tetapi program ini adalah program investasi. Kenapa? Karena pemerintah sedang membangun infrastruktur ekonomi yang ada di desa. Sehingga perhitungannya adalah investasi," lanjutnya.
Ia menerangkan, karakter Kopdes Merah Putih sebagai investasi jangka panjang membuat keberhasilan program tersebut tidak bisa hanya diukur dari manfaat yang langsung dirasakan masyarakat.
Sepanjang 2025 pemerintah masih berfokus pada pembentukan kelembagaan koperasi. Sementara itu, pada 2026, program mulai memasuki tahap operasionalisasi agar koperasi yang telah dibentuk dapat menjalankan kegiatan usaha.
Meski manfaat jangka panjang membutuhkan waktu, Farida memastikan pemerintah tetap berupaya menghadirkan dampak yang bisa segera dirasakan masyarakat.
"Yang bisa dilihat dalam jangka waktu dekat adalah penyediaan barang kebutuhan sehari-hari dengan harga yang murah. Itu yang dalam jangka waktu dekat," jelasnya.
Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN
Total Populasi Desa Dukuhrejo
910 910
901 1811
1811
1811 1811
TOTAL : 1811 ORANG
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
| Alamat | : | Jl. Parto Sudiro RT 02 RW 02 Desa Dukuhrejo Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo |
| Desa | : | Dukuhrejo |
| Kecamatan | : | Bayan |
| Kabupaten | : | Purworejo |
| Kodepos | : | 54224 |
| Anggaran | : | Rp 1.309.615.751,00 |
| Realisasi | : | RP 1.256.766.409,00 |
95.96%
| Anggaran | : | Rp 1.183.606.540,00 |
| Realisasi | : | RP 1.111.626.971,00 |
93.92%
| Anggaran | : | Rp 186.579.789,00 |
| Realisasi | : | RP 186.579.789,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 1.685.093,00 |
| Realisasi | : | RP 1.685.093,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 113.275.736,00 |
| Realisasi | : | RP 102.265.895,00 |
90.28%
| Anggaran | : | Rp 765.705.000,00 |
| Realisasi | : | RP 765.705.000,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 56.037.550,00 |
| Realisasi | : | RP 37.060.550,00 |
66.14%
| Anggaran | : | Rp 326.292.400,00 |
| Realisasi | : | RP 313.188.400,00 |
95.98%
| Anggaran | : | Rp 45.421.272,00 |
| Realisasi | : | RP 35.162.552,00 |
77.41%
| Anggaran | : | Rp 838.700,00 |
| Realisasi | : | RP 838.700,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 360.000,00 |
| Realisasi | : | RP 860.219,00 |
238.95%
| Anggaran | : | Rp 559.256.090,00 |
| Realisasi | : | RP 503.651.821,00 |
90.06%
| Anggaran | : | Rp 240.564.800,00 |
| Realisasi | : | RP 229.852.700,00 |
95.55%
| Anggaran | : | Rp 313.872.450,00 |
| Realisasi | : | RP 313.072.450,00 |
99.75%
| Anggaran | : | Rp 15.913.200,00 |
| Realisasi | : | RP 11.050.000,00 |
69.44%
| Anggaran | : | Rp 54.000.000,00 |
| Realisasi | : | RP 54.000.000,00 |
100%
JAKARTA -- Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menegaskan program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) bukan program bagi-bagi bantuan yang manfaatnya habis dalam waktu singkat.
Program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut dirancang sebagai investasi jangka panjang untuk membangun fondasi perekonomian desa.
Farida meminta masyarakat memahami, hasil pembangunan Kopdes Merah Putih tidak bisa langsung dinikmati seluruhnya dalam waktu dekat.
Pasalnya, pemerintah tengah membangun infrastruktur ekonomi yang diharapkan mampu menggerakkan kegiatan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
"Cukup berbeda program Kopdes dengan program yang lainnya. Kenapa? Karena Kopdes ini bukan program bagi-bagi sembako atau program bagi sekali habis untuk belanja," kata Farida dalam laporan khusus KompasTV, Dua Tahun Prabowo-Gibran: Capaian dan Catatan, Selasa (20/10/2026) malam.
"Tetapi program ini adalah program investasi. Kenapa? Karena pemerintah sedang membangun infrastruktur ekonomi yang ada di desa. Sehingga perhitungannya adalah investasi," lanjutnya.
Ia menerangkan, karakter Kopdes Merah Putih sebagai investasi jangka panjang membuat keberhasilan program tersebut tidak bisa hanya diukur dari manfaat yang langsung dirasakan masyarakat.
Sepanjang 2025 pemerintah masih berfokus pada pembentukan kelembagaan koperasi. Sementara itu, pada 2026, program mulai memasuki tahap operasionalisasi agar koperasi yang telah dibentuk dapat menjalankan kegiatan usaha.
Meski manfaat jangka panjang membutuhkan waktu, Farida memastikan pemerintah tetap berupaya menghadirkan dampak yang bisa segera dirasakan masyarakat.
"Yang bisa dilihat dalam jangka waktu dekat adalah penyediaan barang kebutuhan sehari-hari dengan harga yang murah. Itu yang dalam jangka waktu dekat," jelasnya.
Titik sudarti
21 Oktober 2026 07:29:23
Keren Semangat bekerja dan selamat berjuang Terus semangat dalam berinovasi mencari terobosan baru...